Solar Urticaria

Orang yang bermukim  di negara beriklim tropis, laksana  Indonesia, barangkali  jarang mendengar mengenai  solar urticaria. Solar urticaria ialah  alergi terhadap sinar matahari yang mengakibatkan  penderitanya tidak dapat  terkena penyampaian  sinar matahari langsung.

Meski solar urticaria jarang dirasakan  oleh orang-orang yang bermukim  di negara tropis, bukan berarti kita  sama sekali tidak berisiko terpapar  penyakit ini. Pasalnya, di samping  iklim lokasi  tinggal, ada sejumlah  faktor yang dapat  meningkatkan risiko seseorang terpapar  solar urticaria.


Penyebab Solar Urticaria
Penyebab timbulnya  solar urticaria masih belum diketahui secara pasti. Namun, situasi  ini hadir  sebagai reaksi alergi terhadap penyampaian  sinar matahari. Respon sistem kekebalan tubuh terhadap sinar matahari berikut  yang mengakibatkan  munculnya sejumlah fenomena  pada kulit.

Beberapa hal  yang dapat  meningkatkan risiko seseorang merasakan  solar urticaria merupakan :

Menderita penyakit kulit tertentu, laksana  dermatitis.
Menggunakan parfum, disinfektan, dan bahan kimia tertentu, sembari melakukan kegiatan  di bawah sinar matahari.
Mengonsumsi obat-obatan tertentu. Beberapa jenis obat, laksana  antibiotik kelompok  tetrasiklin dan obat antinyeri ketoprofen, dapat  menyebabkan kulit lebih cepat terbakar sinar matahari.
Memiliki family  yang menderita solar urticaria.
Gejala Solar Urticaria
Saat seseorang merasakan  solar urticaria, akan hadir  ruam kemerahan, biduran, bentol, gatal dan nyeri pada lokasi  kulitnya yang terkena  sinar matahari. Namun, fenomena  ini bervariasi, belum pasti  sama di masing-masing  orang.

Di samping  kelainan di kulit, sejumlah  gejala inilah  juga dapat  muncul ketika  seseorang merasakan  solar urticaria:

Mual dan muntah
Sakit kepala
Sulit bernapas
Tekanan darah rendah
Pengobatan Solar Urticaria
Sebagain besar permasalahan  solar urticaria dapat  sembuh dengan sendirinya. Namun, dokter seringkali  akan memberikan sejumlah  jenis obat untuk menanggulangi  gejalanya. Pada permasalahan  solar urticaria ringan, dokter bakal  meresepkan obat antihistamin guna  meredakan fenomena  alergi. Di samping  itu, dokter mungkin pun  akan menyerahkan  krim atau lotion guna  meredakan rasa gatal.

Sedangkan penderita solar urticaria dengan fenomena  yang berat seringkali  akan diresepkan obat-obatan lain guna  meredakan keluhan, laksana  omalizumab dan cyclosporine. Pada sejumlah  kasus, perbuatan  medis berupa photopheresis, pertukaran plasma, atau pemberian imunoglobin intervena pun  akan dilaksanakan  oleh dokter guna  meredakan reaksi alergi yang berat.

Mencegah Solar Urticaria
Beberapa teknik  yang dapat  dilakukan untuk menangkal  terjadinya solar urticaria merupakan :

Sebisa barangkali  batasi dan hindari kegiatan  di luar ruangan pada siang hari, terutama ketika  sinar matahari sedang terik-teriknya.
Jika hendak  beraktivitas di luar ruangan ketika  siang hari, pakai  celana panjang, baju lengan panjang, menyeluruh  dengan topi atau pelindung kepala.
Selalu pakai  tabir surya, paling tidak   dengan SPF 30. Pilihlah tabir surya yang dapat  memberi perlindungan terhadap sinar UVA dan UVB.
Jika keluhan hadir  saat memakai  bahan kimia tertentu, segera hentikan pemakai annya. Jika keluhan hadir  saat sedang mengonsumsi obat tertentu, diskusikan dengan dokter supaya  diberikan obat atau terapi pengganti.
Kendati solar urticaria jarang dirasakan  oleh orang-orang yang bermukim  di Indonesia, tidak terdapat  salahnya untuk mengayomi  diri dan mengerjakan  pencegahan terhadap situasi  ini. Jika terdapat  keluhan yang menuju  solar urtikaria, tidak boleh  ragu untuk mengerjakan  pemeriksaan ke ke dokter guna  mendapatkan penyembuhan  yang tepat.
0 Comments